Ikuti Kursus Bahasa Jepang
Aku bersemangat sekali ikut kursus bahasa Jepang di
Surabaya karena disamping tertarik dg huruf-hurufnya , kudengar tempat kursus
yg kutuju juga mempunyai sensei ( guru ) orang Jepang. Hari itu kami masuk
kelas dengan gembira. Pada saat awal kami diberi tau oleh petugas administrasi
bahwa di kelas kami ada dua nama yg sama, yaitu : Joko Bagus. Oleh sebab itu,
petugas kemudian menambahkan inisial A dan B pada akhir kedua nama itu.
Pelajaran pertama diisi oleh sensei Jepang. Dia mengajak
kami mencontohkan dg memperkenalkan diri sendiri. Setelah itu, dia melihat
daftar presensi dan mulai membaca nama yg ada untuk contoh. Dia katakan :
“watashi wa larasati des, dozoo yoroshiku”. Kami mengangguk-angguk tanda
mengerti. Setelah itu dia membaca presensi lagi dan mengatakan, “watashi wa,
joko bagus be des . . .” ( baca : watashi wa joko bagus bedes ) sampai disitu
sontak kami tertawa riuh bahkan ada yg tertawa terpingkal pingkal. Joko Bagus
pun menggerutu dan bergumam dg bahasa Suroboyoan : “ aduuuuuhhh.....mosok,
bagus-bagus ngene dikira bedes, rek” ( masak cakep-cakep gini dikira kera,’),
Tawa kamipun semakin meledak dan sensei kami akhirnya ikut tersenyum-senyum
walaupun wajahnya terlihat bingung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar